Arsip:

PRESS RELEASE

OHP (Obrolan Hangat Peneliti ) Badge 3 Goes to Filsafat

Sumber : Khittah.co
Sumber : Khittah.co

Kejahatan Dikaji dari Filsafat Proses”

Kriminalitas merupakan masalah klasik yang hingga kini belum terselesaikan . Apabila dikaji kembali , Indonesia merupakan negara yang berlandaskan akan agama,meskipun bukan negara agama. Hal ini terlihat dari poin pertama dari Pancasila yang merupakan Ketuhanan yang Maha Esa. Dengan adanya ajaran agama yang masih dipegang teguh, keberadaan kejahatan masih tidak terhindarkan. Beranjak dari pemikiran tersebut, OHP (Obrolan Hangat Peneliti) badge 3 membawa isu kriminalitas dikaji dari sudut pandang filsafat proses. Untuk memperoleh ilmu yang lebih dalam terkait filsafat proses, Departemen Penelitian divisi internal bersama anggota Gama Cendikia melakukan kajian bersama dengan LSF COGITO yang merupakan kelompok studi Fakultas Filsafat. Pada pokok bahasan mengenai kriminalitas tersebut mengacu pada teori seorang filsuf  sekaligus matematikawan yang mendalami hal ini yaitu Alfred North Whitehead. Dalam teorinya, White Head menyebutkan makna kejahatan yang mencakup dua makna. Makna pertama adalah mengenai adanya kemunduran dari sebuah proses suatu organism atau yang diistilahkan sebagai suatu entitas. Makna lainnya adalah terkait masalah sosial yaitu adanya aktifitas yang mengganggu organism lain. Hal lain yang menarik dari pandangan seorang whitehead adalah pemaknaan bahwa tidak hanya mahluk hidup yang memiliki kreatifitas dan kemampuan berkembang, namun juga benda mati seperti batu. Untuk itu, kejahatan sesungguhnya bukan hanya masalah seorang manusia namun mahluk hidup lainnya yang telah manusia ganggu perkembangannya. read more

OHP (Obrolan Hangat Peneliti) : Pembangunan Bidang Maritim yang Berkelanjutan

Pembangunan-Bidang-Maritim-Harus-Diprioritaskan
Sumber : tanahairnews.com

OHP (Obrolan Hangat Peneliti ) Badge 2 : Pembangunan Bidang Maritim yang Berkelanjutan

“Nenek moyangku Seorang pelaut,gemar mengarung luas samudera” . Kutipan lagu tersebut hingga kini masih teringat di benak anak-anak di Indonesia. Melalui lirik sederhana dari lagu tersebut, tersirat makna mengenai betapa  pentingnya peran poros maritim negara ini. Indonesia sebagai negara kepulauan yang berada pada jalur pelayaran strategis ditambah lagi dengan kekayaan sumber daya lautnya, membuat poros maritim menjadi potensial untuk dikembangkan. Berlandaskan fakta tersebut, Departemen Penelitian divisi internal UKM Gama Cendekia, pada tanggal 27 Agustus 2016 mengadakan acara OHP (Obrolan Hangat Peneliti) yang kedua dengan mengangkat tema “Pembangunan Bidang Maritim yang Berkelanjutan”. Acara ini dihadiri anggota Gama Cendikia, perwakilan kelompok studi masing-masing fakultas, serta mahasiswa umum.Pada pelaksananya yang kedua, peserta kajian berkesempatan mendengarkan pemaparan materi dari bapak I Made Andi Arsana,S.T,M.E selaku  kepala IOA (International Office Affairs) UGM yang sudah terkenal mendalami bidang kemaritiman terutama terkait geopolitik maritim. Dalam materinya, beliau menegaskan bahwa sudah saatnya Indonesia membangun kembali budaya maritime dan menanamkannya kepada generasi muda. Hal ini mengingat wilayah Indonesia didominasi oleh  area laut. Poin lainnya adalah mengenai kondisi perbatasan, terutama batas maritime yang masih dihadapkan dengan permasalahan berupa sengketa dan ketidak jelasan batas negara . Melihat berbagai permasalahan pada pengembangan poros maritime di Indonesia, beliau menyampaikan beberapa saran kepada peserta yang hadir. Salah satu sarannya adalah untuk melakukan penelitian terutama pada pengelolaan sumberdaya maritim dan pembuatan model batas maritime Indonesia.Saran tersebut  merupakan langkah kecil untuk mempertahankan keutuhan wilayah NKRI. read more

Press Release Kunjungan UIAC ke Gama Cendekia UGM

Jum’at, 12 Agustus 2016 Gama Cendekia menerima kunjungan dari Komunitas UIAC (Universitas Indonesia Achievement Community). Penerimaan kunjungan yang serupa dengan acara ini merupakan program tahunan GC yang diadakan sebanyak 4-6 kali dalam setahun. Kegiatan ini bertujuan untuk sharing informasi terkait kelembagaan. Acara dimulai pada pukul 14.00 WIB sampai 17.00 WIB, dengan diakhiri foto bersama. Acara ini dimulai dengan sambutan dari masing masing ketua organisasi, dari Gama Cendekia diwakili oleh Tri Dodi Hermawanto dan dari UIAC adalah Syakieb. read more

KUNJUNGAN BEM KM UGM: GUYUB UKM #6

fotobareng bem
Foto bersama Gama Cendekia dengan BEM KM UGM

UKM Pengkajian dan Penalaran—Gama Cendekia mendapat kunjungan dari BEM KM UGM pada Rabu, 22 Juni 2016. Acara yang diusung BEM KM UGM ini merupakan agenda Guyub UKM #6 sebagai upaya untuk mempererat kekeluargaan dan hubungan dengan UKM, baik di tingkat universitas maupun fakultas/jurusan.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang 3 Gelanggang Mahasiswa UGM ini dihadiri oleh 17 orang perwakilan Gama Cendekia dan BEM KM UGM. Acara dimulai dengan sambutan, kemudian dilanjutkan penjabaran visi-misi, struktural kepengurusan, fokus isu yang diusung dan program kerja masing-masing pihak. read more

TEMU WILAYAH MITI KM JAWA TENGAH DAN DIY: SPIRIT OF CONTRIBUTION

temwil

MITI KM News – Dua puluh satu lembaga penelitian dan penalaran dari beberapa kampus wilayah Jawa Tengah dan DIY (JADIY) berkumpul di Kota Solo guna mengikuti serangkaian kegiatan temu wilayah bersama Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indoensia Klaster Mahasiswa. Kali ini Lingkar Studi  Penelitian (LSP) dan Studi Ilmiah Mahasiswa (SIM) dari Universitas Sebelas Maret mendapat kesempatan menjadi tuan rumah. Temu Wilayah merupakan kegiatan rutin setiap tahun yang terselenggara atas kerja keras panitia bersama tim bina wilayah setempat. Bina Wilayah (Binwil) MITI KM  yang bagi menjadi 7 wilayah se-Indonesia, salahsatunya adalah wilayah Jawa Tengah dan DIY. read more

SEKOLAH RISET MAHASISWA #1

IMG_20160319_162252

SALAM KPK !! SALAM CENDEKIA !!

SALAM CENDEKIA !! SALAM KPK!!

UKM Gama Cendekia sebagai Unit Kegiatan Mahasiswa bidang Penelitian dan Pengkajian Interdisipliner ditingkat Universitas Gadjah Mada mulai menumbuhkan atmosfer penelitian untuk para cendekia muda Gama Cendekia dengan kegiatan yang bernama Sekolah Riset Mahasiswa (SRM). SRM merupakan bentuk pemberian kompetensi kepada para anggota yang dilakukan secara gradual dengan materi yang berbeda-beda dan berkesinambungan. SRM#1 yang diadakan pada hari Sabtu, 19 Maret 2016 lalu merupakan kegiatan pemberian kompetensi pertama dengan materi materi riset dan tips & trik mencari ide. Kegiatan ini dimulai pukul 08.35 di Ruang 3 Gedung A Fakultas Kehutanan. Materi Motivasi Riset disampaikan oleh Mas Randy Frans Fela, S.T. yang merupakan Kepala Departemen Human Gama Cendekia tahun 2013. Pada sesi materi 1 ini, Mas Randy menceritakan pengalaman risetnya selama menjadi mahasiswa sampai sekarang dengan sangat menarik dan memotivasi para anggota untuk melakukan riset. Sesi materi kedua adalah materi Tips dan trik mencari ide oleh Bapak Syahirul Alim, SKp,.MSc.,Ph.D.yang merupakan Dosen Jurusan Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran. Pada sesi ini Bapak Irul menyampaikan mengenai kreativitas dan brainstorming teknologi yang futuristik. Penyampaian sederhana dan santai membuat para anggota dapat menerima dengan mudah materi yang disampaikan dan juga tanya jawab dengan para pembicara dapat mengalir dengan lancar. read more

FORGA GC 2014 : “Mempererat Silaturahmi, Memperluas Rezeki”

Sabtu 5 Maret 2016

Salah satu tujuan berorganisasi dalam lingkup kampus adalah untuk menjalin realasi dan mempererat tali silarturahim antar mahsiswa maupun dengan berbagai element lain. Berkumpul bersama walaupun sekedar “bercanda” dan kongkow santai merupakan hal yang mengasyikan ketika mulai jenuh dengan laporan praktikum yang selalu menghantui maupun dengan kegiatan yang bersifat akademis lainya.

Begitupula yang terjadi pada UKM Penelitian dan penalaran Gama Cendekia melaksanakan forum keluarga GC 2014 berapa saat yang lalu tepatnya Sabtu 5 Maret 2016. Secar umum forum non formal ini adalah salah satu media untuk mepererat kembali tali silaturahim yang sempat renggang karena transisi kepengurusan dan padatnya kegiatan masing-masing anggota. Forum ini dilaksanakan di selasar barat fakultas ilmu sosial politik (FISIPOL) yang diikuti oleh belasan anggoota gama cendekia. read more

Miti Klaster Mahasiswa Peringati Hari Pangan Sedunia

31947[Yogyakarta] Memperingati Hari Pangan Sedunia, Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI) Klaster Mahasiswa beserta lembaga mahasiswa yang terdiri BEM KM UGM, BEM FTP UGM, Aliansi BEM Agro UGM, Gama Cendekia, ASC UGM, KAB UGM, KPM UMY, FKIST UIN SUKA, FORDISTA IAIN Surakarta, UKMP UNY, EXACT UIN SUKA, UMBY, dan Labma UII dengan jumlah massa kampanye mencapai ratusan orang akan menggelar kampanye simpatik “Local Food Day” pada hari Minggu (18/10) dari DPRD DIY sampai ke 0 KM. Selain dari elemen mahasiswa, agenda tersebut dihadiri oleh siswa-siswi SMA IT Abu Bakar Yogyakarta serta banyak elemen masyarakat yang juga berperan serta dalam aksi tersebut. Aksi kampanye dilaksanakan serentak di 10 kota besar di Indonesia, yakni Jakarta, Kendari, Semarang, Palangkaraya, Yogyakarta, Medan, Bengkulu, Makassar, Riau dan Gorontalo. Aksi tersebut merupakan puncak dari serangkaian kegiatan Go Pangan Lokal MITI yang diawali dengan kegiatan kampanye media sosial, Talkshow Go Pangan Lokal, Open Recruitment Sahabat GPL dan Survei nilai TKDN makanan lokal selain nasi.
Aksi kampanye tersebut terbuka untuk umum dengan berbagai rangkaian acara, seperti aksi kampanye simpatik, bagi pangan lokal gratis, orasi kedaulatan pangan, pembacaan puisi dan bazzar produk olahan pangan lokal. Kampanye ini merupakan wujud keprihatinan dan kepedulian MITI Klaster Mahasiswa dengan menggandeng berbagai lembaga keilmuan kampus untuk menyosialisasikan dan mengampanyekan upaya pelestarian pangan lokal serta mendukung penuh terwujudnya kedaulatan pangan di Indonesia.
Ketua Panitia Gerakan Go Pangan Lokal Yogyakarta Sofyan menjelaskan, kegiatan tersebut serentak dilaksanakan di sepuluh kota besar di Indonesia. Antara lain, Medan, Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Kendari, Palangkaraya, Riau, Bengkulu, Gorontalo, dan Makassar. Menurut dia, selain untuk mengenalkan bahan pangan selain beras, kampanye tersebut bertujuan mengubah budaya mengonsumsi makanan masyarakat dengan pangan lokal yang lebih sehat dan bergizi. “Kita makan tidak harus dari beras, tapi bisa dari singkong, jagung, kedelai, sagu dan ragam bahan pangan lokal lainnya. Apabila kita hanya mengandalkan beras, maka Indonesia akan selalu mengimpor. Selain itu, tujuan aksi ini juga sebagai momentum pengingat bagi masyarakat dimana ada satu hari khusus untuk membeli dan mengkonsumsi pangan lokal ” terangnya.
Padahal, lanjut Sofyan, setiap daerah di Indonesia memiliki banyak jenis makanan tradisional yang bergizi tinggi. Sementara itu, pegiat pangan lokal yang juga pendiri Halal Food Community Nur Saudah Al Arifa D., S.TP., menjelaskan, kedaulatan pangan dapat diwujudkan dengan pembudayaan pola konsumsi pangan lokal. “salah satu cara mendukung
kedaulatan pangan adalah dengan mendampingi para petani dalam upaya swasembada pangan lokal untuk membudayakan masyarakat mengkonsumsi pangan lokal. Salah satunya adalah tidak mengkonsumsi makanan yang berbahan dasar dari tepung terigu atau gandum. Karena gandum di Indonesia adalah hasil dari ekspor atau bukan asli berasal dari Indonesia, sehingga dengan adanya pengurangan kuota komoditi pangan ekspor secara bertahap dapat meningkatkan kualitas konsumsi dalam negeri dan menggairahkan perekonomian rakyat secara nasional.” ujarnya. [AAD] read more

Di Balik Cerita—Antara Kasongan dan GC

IMG_8763
Gerbang Masuk Wilayah Kasongan

Kasongan, bagi sebagian besar warga Yogyakarta tentu tidak asing lagi dengan kata yang satu ini. Ya, itulah nama sebuah desa yang terletak di Kecamatan Kasihan, Bantul, DI Yogyakarta. Desa ini terkenal sebagai desa wisata karena kerajinan gerabahnya. Mengapa demikian? Yuk, eksplorasi sejarahnya!

Kasongan mulanya merupakan tanah pesawahan milik penduduk desa di Selatan Yogyakarta. Insiden kematian kuda yang diperkirakan milik Reserse Belanda pada masa penjajahan mengakibatkan banyak warga melepas hak kepemilikan tanahnya. Penduduk yang tidak memiliki tanah tersebut kemudian beralih profesi menjadi seorang pengrajin keramik. Mulanya hanya untuk mainan anak-anak dan perabot dapur saja. Namun, karena ketekunan dan tradisi yang turun temurun, kerajinan gerabah Kasongan semakin terkenal. read more