Categories
Uncategorized

Biopori Bagian dari Solusi

Siang itu di halaman rumah dukuh DesaGlondong, Purwobinangun, Sleman pada hari Sabtu, 3 November 2018 tim pengolahan sampah Cendekia Empowerment yang terdiri dari tujuh orang bergerak untuk menjelajah desa dan melakukan wawancara kepada kepada para penduduk desa mengenai masalah sampah yang ada. Mereka membawa misi untuk bisa sedikit menangani permasalahan sampah dukuh DesaGlondong.

Ternyata benar dugaan mereka, banyak sampah berserakan di halaman namun belum ada penanganan sampah yang optimal. Rendahnya kesadaran warga yang ditandai dengan tidak adanya pemilahan sampah organik dan anorganik dan sampah masih dibuang di pekarangan atau tempat yang rendah. Semua hal ini disebabkan karena tidak ada fasilitas untuk pengelolaan sampah yang lebih baik. Oleh karena itu, tim menawarkan tiga solusi pengolahan sampah yaitu bank sampah, kerajinan dari sampah, dan biopori sederhana.

Dikarenakan waktu dan alat yang dimiliki terbatas, maka tim Cendekia Empowerment hanya bisa melaksanakan dan memaksimalkan satu solusi yaitu membuat biopori sederhana. Dengan ini, diharapkan masyarakat dapat meniru membuat biopori sederhana di kemudian hari sehingga diharapkan sampah organikyangberserakandapatberkurangdanterciptapupukorganikyangdapat dimanfaatkan masyarakat terutama di kalangan petani.

Kegiatan tesebut dilaksanakan keesokan harinya, Minggu, 4 November 2018 pada pukul 07.00 sampai pukul 10.00 WIB. Mula-mula dibuat lubang ±50×50×50cm di tanah yang tidak berbatu. Tanah kemudian digali menggunakan cangkul dan linggis. Setelah lubang selesai dibuat, dimasukkan sampah organik sampai memenuhi 4/5 tinggi lubang. Kemudian, di tengah lubang ditancapkan bambu yang lebih tinggi dari kedalaman lubang lalu lubang ditutup menggunakan spanduk agar ketika hujan air tidak tertampung dan mengalir menjauhi lubang. Kemudian, untuk meminimalisir air yang masuk ke dalam lubang, disisi-sisi lubang dibuat parit kecil. Dengan begitu, pembuatan biopori sederhana telah selesai. Selanjutnya biopori ditunggu satu bulan. Setelah satu bulan, barulah tutup dapat dibuka dan sampah organik yang telah menjadi pupuk dapat diambil dan digunakan. Setelah pupuk sampah organik diambil, lubang yang kosong dapat digunakan kembali.

Kendala yang ada di lapangan adalah keterbatasan alat. Sehingga lubang biopori yang dibuat hanya lubang biopori sederhana yang tidak menggunakan pipa di dalam lubang. Keadaan tanah yang berbatu juga menjadikan proses pembuatan lubang agak sulit.

Di manapun kita berada selalu ada sampah dan sampah selalu membawa masalah yang harus diselesaikan. Termasuk di Desa Glondong, Purwobinangun yang memiliki banyak pepohonan, sehingga sampah organik sangat banyak ditemukan. Dengan adanya kegiatan pengolahan sampah dari kegiatan Cendekia Empowerment memberikan peserta dan penduduk ilmu dan pengetahuan untuk menangani masalah sampah lewat biopori sederhana. Dengan begitu, kita bisa mulai menjadi bagian dari solusi masalah sampah.

oleh Zulfa Munawwaroh – Kimia

Leave a Reply

Your email address will not be published.