Categories
Uncategorized

Creative Economics Center : Strategi Menumbuhkan Ekonomi Kreatif melalui Desa 3T (Terluar, Terdepan, Tertinggal)

oleh Sapnah Rahmawati Departemen Penelitian 2016

pameran_umkm_converted

Perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia berjalan seiring dengan  perkembangan IT. Hal ini, terlihat dari munculnya startup dibidang teknologi yang bisa dikatakan cukup pesat. Setiap tahun, bahkan setiap bulan banyak founder startup baru yang bermunculan. Menurut dailysocial.net, sekarang ini terdapat setidaknya lebih dari 1500 startup lokal yang ada di Indonesia, seperti Go-Jek, HijUp, Tokopedia, dan Bukalapak, dll. Kemudian, faktor pendukungnya adalah potensi pengguna internet di Indonesia yang semakin naik dari tahun ke tahun. Berdasarkan beberapa riset, pada tahun 2013 diperkirakan pengguna internet di Indonesia mencapai 70 juta orang sehingga dapat dibayangkan berapa jumlah user internet Indonesia dalam beberapa tahun kedepan.

Indonesia menempati peringkat teratas sebagai pengguna internet terbanyak di dunia sehingga pengusaha startup tidak lagi resah akan kehilangan konsumen. Hanya saja dibutuhkan strategi yang matang agar produk atau jasa yang ditawarkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Dalam jangka waktu 5 tahun terakhir, startup telah berkembang menjadi bagian kehidupan sehari-hari, seiring dengan semakin meningkatnya penetrasi akses internet di masyarakat. Tentunya, hal ini merupakan suatu lahan basah untuk mendirikan sebuah startup, contohnya adalah e-commerce yang sedang mengalami perubahan besar-besaran dan transformasi digital, terutama dalam market place baru yang borderless, limitless, tidak tergantung pada space dan waktu, sehingga  E-commerce merupakan satu elemen terpenting dalam sub-sektor ekonomi kreatif karena di situlah outlet dari sebuah produk.  Dalam hal ini pemerintah tidak main-main dalam memberikan dukungan terhadap perkembangan dunia e-commerce Indonesia. Berbagai kebijakan mulai ditata untuk sepenuhnya dapat memberikan dukungan dan kemudahan dalam menjalankan bisnis e-commerce. Ini dibuktikan beberapa saat yang lalu, saat pemerintah melakukan rapat koordinasi antara Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menkominfo Rudiantara, PPN/Kepala Bappenas Sofyan Djalil. Sebuah pembelajaran baru di semua sub-sektor ekonomi kreatif dan harus menyesuaikan diri dengan dunia digital sebagai bagian dari pasar yang harus dikembangkan,

Jika ditelaah lagi, setiap daerah memiliki keunikkan ekonomi kreatif sehingga setiap daerah bisa mengembangkan startup dalam mengembangkan kreativitas yang dapat memaksimalkan potensi daerah, terutama dalam penstrategisan pertumbuhan ekonomi kreatif pada desa 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal). Oleh karena itu, melalui Creative Economics Center akan menjadi suatu peluang yang besar untuk menumbuhkan ekonomi kreatif di seluruh penjuru Indonesia dengan adanya edukasi pemasaran melalui e-commerce dari Badan Ekonomi Kreatif. Nantinya, di setiap desa akan didampingi supaya mereka bisa masuk ke dalam marketmarket yang disebut e-commerce hingga menjadi suatu roda ekonomi yang semakin lama semakin membesar dan ujung-ujungnya akan berdampak pada penambahan tenaga kerja, ekspor, devisa.

Terdapat beberapa pokok penting dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi kreatif dalam pendekatan IT dibidang pemasaran. Pertama, masyarakat memproduksi ekonomi kreatifnya mulai dari tahap pembuatan hingga packaging. Kemudian tahap selanjutnya adalah tahapan yang paling penting. Peningkatan ini berfokus pada sistem pemasaran yang mana setiap desa akan mendapatkan pelatihan dari Badan Ekonomi Kreatif untuk memasarkan hasil karya ekonomi kreatif di desa tersebut dengan edukasi e-commerce guna mendapatkan pangsa pasar sehingga diharapkan desa tersebut mampu berdikari dan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.

Itulah konsep strategi yang saya rancang dalam penulisan esai ini. Intinya kemajuan teknologi sangat dibutuhkan dalam menumbuhkan ekonomi kreatif di Indonesia. Creative Economics Center dapat menjadi wadah guna pengelolaan pemberdayaan desa dalam pemasaran produksi. Penerapan peran Badan Ekonomi Kreatif dalam edukasi IT pada masyakarakat desa 3T merupakan langkah strategi dalam meningkatan perekonomian Indonesia untuk bangkit menuju kesuksesan, dimulai dari pengelolaan pemberdayaan dana desa yang menerapkan Creative Economics Center dalam kegiatan perdagangan secara elektronik .

 

Konsep ini dapat diterapkan dalam jangka panjang bukan dalam jangka yang singkat. Kita ketahui bahwa kendala-kendala di desa 3T menjadi tantangan sendiri untuk kemajuan Indonesia. Akan tetapi, kita dapat membuat perencanaan serta inovasi untuk mewujudkan cita-cita Indonesia sesuai UUD 45 untuk menjadikan Indonesia sejahterah menjadi nyata sehingga pembangunan indonesia dapat berjalan sesuai harapan.

Daftar Pustaka

 https://www.maxmanroe.com/apa-itu-startup-bgmn-perkembangan-dunia-bisnis-startup-di-indonesia.html (Diakses pada tanggal 14 April pukul 22:57)

https://dailysocial.id/post/memprediksi-sektor-populer-startup-indonesia-tahun-2017 (Diakses pada tanggal 14 April pukul 23:15)

sumber gambar : http://semarang.bisnis.com/

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.