Categories
Uncategorized

UKM GAMA CENDEKIA TERIMA KUNJUNGAN TRAS

kunjungan

Jumat (17/1), UKM Gama Cendekia menerima kunjungan dari UKM Tirtayasa Research Academic and Society (TRAS). Acara diselenggarakan di Ruang Sidang 2 Gelanggang Mahasiswa UGM. Acarayang dibuka sekitar pukul 09.10 WIB ini menjadi kunjungan pertama di tahun 2014. Dalam sambutannya, Presiden Gama Cendekia, Dicky Sudirga berharap kunjungan ini bisa menjadi media berbagi inspirasi antar lembaga. “Harapannya, nanti kita bisa sharing dan sama-sama belajar. Apa yang bisa dibawa teman-teman kembali ke Banten, dan apa yang bisa kami terapkan di sini,” tuturnya.

TRAS merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa berbasis riset dan akademik di Universitas Sultan Agung Tirtayasa, Banten. Hikmatullah, Ketua Umum TRAS menyampaikan ucapan terima kasih kepada UKM Gama Cendekia atas sambutannya. Ia juga berharap, hal-hal baik yang ada di GC akan bisa menjadi masukan bagi kepengurusannya setahun kedepan. “Jadi, karena kita masih baru terbentuk Januari lalu, harapannya bisa dapet banyak pelajaran,” ungkapnya.

Selain menampilkan company profile masing-masing lembaga, kunjungan kali ini juga diisi dengan sharing keorganisasian. Ma’ulfi, salah satu Dewan Pertimbangan Organisasi (DPO) TRAS menyampaikan beberapa pertanyaan. “Bagaimana upaya yang dilakukan GC agar anggotanya bisa berprestasi? Bagaimana dukungan dana rektorat terhadap GC?” tanyanya. Dalam menjawab pertanyaan ini, Dicky menjelaskan beberapa hal. Mengkondisikan anggota agar berperstasi, yang dilakukan GC adalah dengan membangun lingkup akademik yang baik. Selain itu, GC juga terus memacu anggotanya melalui sharing info lomba dan coaching perlombaan dan PKM. “Namun, lebih banyak karena faktor anggota sendiri yang memang memiliki semangat tinggi untuk berprestasi,” ujarnya. Lebih lanjut, Dicky juga menjelaskan sistem keuangan GC dari rektorat. “Semua UKM akan menyerahkan program kerja setahun pada awal kepengurusan. Namun, proporsi dana lebih akan diberikan pada UKM yang berprestasi,” paparnya.

Terkait kaderisasi anggota, Dicky menanyakan sistem rekruitmen dan penjagaan kader di TRAS. Selain itu, Ia juga menanyakanrole model penelitian yang TRAS lakukan selama ini. Dalam menjawab pertanyaan ini, TRAS diwakili oleh Ma’ulfi. “Kalau dalam penjagaan, kami sering menggunakan cara-cara kultural. Ya, kalau ketemu disapa, ditanya kabarnya,” tuturnya. Ma’ulfi juga memaparkan, pendekatan TRAS masih sebatas di keilmuan. “Kita biasanya seminar, workshop, dan kelas menulis. Kalau penelitian kita pernah riset soal pemira di Untirta,” akunya.

Sedang terkait kaderisasi, Resti, yang saat ini juga menjabat DPO menjelaskan. Di TRAS, alur kaderisasi dimulai dengan rekruitmen, kemudian Untirta Smart Camp (USC) 1, kelas menulis, dan USC 2. “Kelas menulis kita lakukan untuk membekali anggota. Minimal anggota bisa tahu dan mampu dalam hal tulis-menulis,” paparnya. Sedangkan USC 2, merupakan hak seluruh anggota yang memenuhi syarat. “Minimal untuk mengikuti USC 2 harus memiliki prestasi di tingkat provinsi,” paparnya. Resti juga menambahkan, USC 2 juga menjadi syarat untuk menjadi ketua umum di TRAS.

Denis Febta, Kepala Departemen PSDM GC turut berbagi alur kaderisasi di GC. Ia memaparkan proses rekruitmen, status C1, C2, dan C3. Menurutnya, alur kaderisasi di GC disesuaikan dengan fase kenggotaan. “C1 adalah fase kompeten. Pada fase ini, anggota kita bekali dengan kompetensi. Sedangkan C2 profesional, dan C3 fase kontributif,” ungkapnya.

Acra ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan dari masing-masing lembaga. Diwakili oleh Presdien GC 2014, Dicky Sudirga dan Hikmatullah, Ketua Umum TRAS 2014. Terkait acara ini, Tohir Mustofa, staf Humas Jaringan GC 2014 memebrikan tanggapannya. “Hangat, bersahabat, dan intelek. Sesuai dengan status kedua UKM yang bergerak di bidang keilmuan,” paparnya. Hal senada juga diungkap Naula, “Rasa kekeluargaannya lebih kental, sayang waktunya kurang karena mepet Jumatan,” pungkasnya. (@icolamir)

tras

(sesi foto bersama)

Leave a Reply

Your email address will not be published.