Beberapa waktu lalu, dunia pertelevisian serta dunia maya dihiasi oleh berita – berita mengegerkan mengenai beberapa fenomena aneh yang terjadi dibeberapa belahan di muka bumi. Dimulai dengan berita munculnya suara terompet di langit Amerika, Eropa dan Australia kemudian diikuti dengan peristiwa meningkatnya suhu secara ekstrim di India hingga menewaskan lebih dari 1.400 orang dan dikabarkan karena begitu panasnya sampai aspal jalanan meleleh dengan suhu lebih dari 45 oC. Hal tersebut tentunya menggemparkan seluruh kalangan penduduk dunia.
carbon negative
Pelepasan karbon dioksida selama proses industri serta penggunaannya dalam kehidupan dikenal dengan istilah “jejak karbon” atau carbon footprint. Sumber produksi karbon dioksida tersebut antara lain dari batubara, minyak, gas alam, kayu dan sebagainnya. Seluruh materi tersebut mengandung unsur karbon yang akan menghasilkan CO2 ketika materi tersebut dibakar untuk diubah menjadi energi. Karbon dioksida yang diproduksi atau dirilis berdampak terhadap perubahan iklim di bumi. Akumulasi gas ini mengakibatkan penipisan ozon yang berdampak pada paparan sinar radiasi UV berlebih dan meningkatkan suhu global. Dalam pembuatan furniture residu kayu sering kali dihilangkan dengan cara dibakar. Dalam proses pembakaran tersebut, gas karbon dioksida yang dihasilkan cukup tinggi. Walaupun, saat kayu tersebut masih menjadi sebuah pohon yang dapat berfotosintesis, hasil dari proses fotosintesis yang diubah menjadi kayu, kulit dan bagian lain dari pohon, sekitar ½ nya adalah karbon berat. Jika pohon membusuk atau dibakar, karbon padat di kayu dilepaskan lagi ke atmosfer sebagai gas karbon dioksida.
