Arsip:

2015

Gama Cendekia Call of Paper

Apa kabar Cendekiawan Muda di seluruh Nusantara?

Tahukah kamu jika angka publikasi ilmiah di Indonesia masih rendah? Bahkan lebih rendah daripada tetangga sendiri lho, Malaysia. Oleh karena itu, UKM Gama Cendekia UGM mempersembahkan

paper

Kompetisi ini terbuka untuk seluruh mahasiswa aktif di seluruh nusantara. Jadi, tunggu apalagi?        Come join us and publish your idea!

Ketentuan Penulisan Full Paper

Further information:

Giana 085729096393

Rifqi 085737710368

Haruskah Kita Diam dalam Menghadapi Emisi Karbon?

6RNPRp6Z

Beberapa waktu lalu, dunia pertelevisian serta dunia maya dihiasi oleh berita – berita mengegerkan mengenai beberapa fenomena aneh yang terjadi dibeberapa belahan di muka bumi. Dimulai dengan berita munculnya suara terompet di langit Amerika, Eropa dan Australia kemudian diikuti dengan peristiwa meningkatnya suhu secara ekstrim di India hingga menewaskan lebih dari 1.400 orang dan dikabarkan karena begitu panasnya sampai aspal jalanan meleleh dengan suhu lebih dari 45 oC. Hal tersebut tentunya menggemparkan seluruh kalangan penduduk dunia. read more

Hutan Mangrove sebagai Pengendali Carbon Positive

Lembongan-MangroveCarbon Positive merupakan segala sesuatu yang mengakibatkan peningkatan pelepasan atau emisi karbon ke atmosfer dan lingkungan sekitar. Emisi carbon yang berlebihan sangat mempengaruhi perubahan iklim secara global yang akan berdampak pada pemanasan global.Hal ini ditandai dengan bertambahnya suhu rata-rata diseluruh permukaan bumi.

Para ilmuan mengajukan teori efek rumah kaca sebagi pemicu pemanasan global.Seperti namanya, efek rumah kaca merupakan fenomena yang terkait dengan cara kerja rumah kaca yang kerap digunakan dalam bidang pertanian maupun perkebunan. Rumah kaca merupakan sebuah bangunan dimana tananaman dipelihara dan tumbuh dibawah lingkungan yang terkendali. Struktur ini memiliki atap dan penutup yang biasanya terbuat dari bahan-bahan transparan seperti plastik dan kaca. Rumah kaca ini memungkinkan radiasi matahari diserap sekaligus membuat panas terperangkap di dalamnya. read more

Save Your Earth by Reducing Carbon Dioxide

carbon 5Pelepasan karbon dioksida selama proses industri serta penggunaannya dalam kehidupan dikenal dengan istilah “jejak karbon” atau carbon footprint. Sumber produksi karbon dioksida tersebut antara lain dari batubara, minyak, gas alam, kayu dan sebagainnya. Seluruh materi tersebut mengandung unsur karbon yang akan menghasilkan CO2 ketika materi tersebut dibakar untuk diubah menjadi energi. Karbon dioksida yang diproduksi atau dirilis berdampak terhadap perubahan iklim di bumi. Akumulasi gas ini mengakibatkan penipisan ozon yang berdampak pada paparan sinar radiasi UV berlebih dan meningkatkan suhu global. Dalam pembuatan furniture residu kayu sering kali dihilangkan dengan cara dibakar. Dalam proses pembakaran tersebut, gas karbon dioksida yang dihasilkan cukup tinggi. Walaupun, saat kayu tersebut masih menjadi sebuah pohon yang dapat berfotosintesis, hasil dari proses fotosintesis yang diubah menjadi kayu, kulit dan bagian lain dari pohon, sekitar ½ nya adalah karbon berat. Jika pohon membusuk atau dibakar, karbon padat di kayu dilepaskan lagi ke atmosfer sebagai gas karbon dioksida. read more

Manajemen Emisi Karbon dengan Carbon Offsetting

1430460799446Salah satu permasalahan global yang sedang dihadapi oleh masyarakat di dunia ialah perubahan iklim. Emisi karbon berlebih yang terakumulasi di atmosfer kita makin hari makin mengkhawatirkan. Peningkatan emisi karbon terjadi pasca revolusi industri (30.org, 2014). Hal ini berdampak pada peningkatan suhu rata-rata global yang meningkat sebesar 2°C (Mc Glashan et al., 2012). Konsentrasi atmosfer dari efek rumah kaca tidak bisa menampung 450 bagian permiliyar. Ini akan memerlukan pemotongan emisi setidaknya sebesar 30 juta ton pada tahun 2030. Konsesus ilmiah menyatakan bahwa emisi karbon ini harus dikurangi sebanyak 80% hingga tahun 2050 untuk menghindari peningkatan rata-rata suhu global lebih dari 2°C. Oleh karena itu perlu adanya upaya manajemen penanganan emisi karbon yang diproduksi oleh sektor industri maupun non-industri. read more

Research Class: “How to Start Our Own Research?”

Sebagai Unit Kegiatan Mahasiswa yang bergerak dalam bidang pengkajian dan penelitian interdisipliner, Gama Cendekia UGM berusaha untuk meningkatkan kompetensi anggotanya terutama dalam bidang riset, salah satunya dengan mengadakan Research class. Research class merupakan inisiasi dari Departemen Penelitian Bidang Internal yang diketuai oleh Shabrina N.H. Research class diselenggarakan secara gradual yaitu sebanyak lima kali sepanjang tahun 2015. Pada setiap sesi, Research class akan menyajikan tema–tema berbeda, mencakup bidang eksakta maupun sosio humaniora. Konten yang dibawakan antara lain mengenai konsep- konsep penelitian, scientific writing, dan penulisan jurnal. read more

Nata De Coco, Apakah Berbahaya?

1429333070636[1]Berbicara mengenai isu carbon negative  memang sangat menarik. Akumulasi bahan – bahan atau zat yang mengandung karbon dan mempunyai dampak merugikan atau membahayakan bagi manusia maupun lingkungan semakin menumpuk di atmosfer. Karena dianggap merugikan dan membahayakan, maka sekarang ini sedang marak dilakukan upaya penanggulangannya. Salah satunya adalah dengan pemanfaatkan karbon itu sendiri.

Sumber karbon jangan dipandang sebatas karbondioksida (CO2), gas metan (CH4), ataupun gula (C6H12O6) saja. Masih banyak sumber karbon lainnya. Salah satunya adalah limbah pertanian. Limbah pertanian banyak mengandung sumber karbon. Limbah pertanian yang tidak diolah dengan baik, pada titik tertentu dapat mengalami fermentasi dan dapat menghasilkan gas metan CH4 yang berkontribusi sebagai karbon negatif. Namun, sekarang ini banyak dimanfaatkan limbah pertanian menjadi produk yang berdaya guna lebih tinggi, salah satunya adalah produk nata de coco yang memanfaatkan sumber karbon dari air kelapa. read more

EDUCOPOLIS, KARBON NEGATIF KAMPUS

carbon 5

Menurut IPCC (Intergovernmental on Panel Climate Change), suhu global bumi rata-ratameningkat dengan laju 0.3 derajat celcius per dasawarsa. Namun, IPCC memprediksikan pada tahun 2030-2050diperkirakan suhu gobal rata-rata naik 1,5 – 4,5 derajat celcius(Fadliah, 2013). Meningkatnya suhu global yang cukup ekstrim berpengaruh besar bagi kehidupan di bumi ini.

Meningkatnya suhu permukaan bumi yang diakibatkan oleh menumpuknya gas-gas yang menimbulkan efek rumah kaca di lapisan atmosfir bumi disebut dengan pemanasan global atau global warming. Penyebab utama pemanasan global berasal dari pembakaran bahan bakar fosil yang melepaskan karbondioksida dan gas buangan lain ke atmosfer. Gas-gas tersebut akan berfungsi sebagai rumah kaca yang nantinya menahan panas matahari untuk keluar angkasa. read more

Penanggulangan Limbah Peternakan Ayam dengan Karbon Negatif

carbon 3

Peternakan ayam ada banyak di berbagai wilayah Indonesia. Kebutuhan gizi daging ayam terus meningkat dari tahun ke tahun. Permasalahan dari limbah peternakan ayam adalah limbah kotorannya. Polusi bau, air, udara dapat timbul akibat kotoran ayam ini. Pengelolaan limbah yang belum maksimal menimbulkan berbagai permasalahan pada lingkungan sekitar. Pencemaran bau, air, maupun udara terjadi.

Emisi methana (CH4) dan amonia (NH3) yang dihasilkan oleh kotoran ayam tersebut menimbulkan bau, sehingga mengganggu lingkungan sekitar.  Pencemaran tersebut dapat menambah jumlah karbon yang ada di atmosfer. Hal ini dikategorikan sebagai carbon positive. Karbon positif merupakan segala macam aktivitas yang dapat menambah akumulasi karbon di atmosfer.  Jumlah karbon yang terus bertambah akan meningkatkan resiko efek rumah kaca. Bumi akan semakin panas yang akan mengancam keberlangsungan kehidupan di dunia. read more