Press Release Diskusi Gama Cendekia Mengabdi: Apa Artinya Ada, Jika Tak Ada Artinya Untuk Sekitar

Oleh Fauzi Achmad Haruna, Staff Departemen Pengmas Gama Cendekia

Sebuah diskusi yang hadir karena kelahiran kembali Departemen Pengabdian Masyarakat. Setelah 1 tahun lamanya vakum, akhirnya kembali hidup dalam memberi dedikasi untuk GC, masyarakat, dan almamater. Namun tidak cukup sekedar muncul menjadi departemen baru, butuh persiapan, pengenalan, dan pembekalan.

“Sejatinya sebagai seorang mahasiswa yang telah dianugerahi keilmuan, dan keahlian, belum dapat dikatakan sebagai agen pembangunan ketika ia belum mampu memberi perubahan untuk sekitarnya. Maka esensi pendidikan tinggi pada hakikatnya untuk kembali mengabdi pada masyarakat. Sebab ilmu yang diperoleh berasal dari Masyarakat, dan akan kembali bermanfaat untuk masyarakat” mengutip narasi dari Josu (Fakultas Isipol 2013) sebagai pemateri I.

Josu yang telah melanglang buana dalam pengabdian masyarakat salah satunya di Gunung Kidulyakni objek wisata Goa Pindul yang berhasil mereboisasi kembali generasi muda sehingga memiliki kegiatan dan produktif. Kemudian Josu juga menambahkan bahwasannya pengabdian dapat dilakukan dengan Community Development, Partisipasi Masyarakat,  dan  Desentralisasi. Community Development adalah upaya perusahaan dalam membangun sosial-budaya-ekonomi masyarakat sekitar dalam rangka mensejahterakan. Partisipasi Masyarakat adalah melibatkan masyarakat sebagai Subjek dalam pembangunan sementara desentralisasi adalah memberikan kepercayaan dan kebebasan pada masyarakat dalam membina dan membangun lingkungannya.

Josu juga memberi catatan jika ingin melakukan pembinaan desa, harus mempertimbangkan regulasi, kelembagaan, derajat kesadaran, sharing profit, dan keterjebakan figure agar program pembinaan dapat berjalan secara progresif dan berkelanjutan. Selain itu tips untuk bekerja sama dengan Desa adalah dengan membangun kepercayaan dengan melakukan swadaya pengajaran ke anak-anak desa, menguasai budayanya, dan melakukan pemetaan tokoh agar dapat mengajak dan melibatkan kelompok-kelompok dalam masyarakat.

Tepat jam 11 siang, diskusi diteruskan oleh Rizki Prasetyawan yang akrab disapa Pras. Sebagai Pegiat GC periode 2013-2014 yang kini berkarir sebagai menteri PDM BEM KM UGM 2016, membawakan materi WHY, HOW Dalam Melakukan Pengabdian Masyarakat. Beliau mengemukakan ada 5 tahap dalam proses pengabdian yang diadopsi dari Bystander Effect, yakni pertama mengenali dan menyadari suatu masalah yang terjadi di dalam masyarakat.Kedua, memikirkan apa yang harus dilakukan. Ketiga memilki tanggung jawab untuk membantu.Keempat mengetahui langkah apa yang harus dilakukan, dan kelima mengambil tindakan nyata.  Kemudian acara berlanjut hingga pukul 13.30 dengan obrolan hangat membahas cikal bakal desa binaan sebagai program utama Departemen Pengabdian Masyarakat.

Pembicara hebat dan Pengalaman bermanfaat, sebuah perpaduan yang luar biasa dari Departemen Pengabdian Masyarakat Gama Cendekia

Pembicara hebat dan Pengalaman bermanfaat, sebuah perpaduan yang luar biasa dari Departemen Pengabdian Masyarakat Gama Cendekia

 

Foto bersama di akhir acara

Foto bersama di akhir acara

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>